SLC-S29/W3-“Thinking and Ideas!| Seeing Problems Differently!”

Pilihan saya tentang "Maintaining of Stupidity" mungkin kurang tepat untuk "masalah sehari-hari" namun aku merujuk pada besarnya jumlah penerima konsekwensi negatif yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Kasus;
Seorang ayah yang hidupnya miskin terpaksa mencuri sebotol susu di sebuah warung untuk anaknya yang masih bayi yang kelaparan, tapi malang! ia ketahuan oleh pemilik warung dan diteriaki sebagai "maling" untuknya, beberapa orang yang hadir disana tidak hanya ikut mengejar dan menangkapnya, tapi juga memukul ayah si bayi ini hingga meninggal!
Pertanyaannya: apakah ia meninggal karena mencuri atau karena miskin?
Identifikasi masalah;
Maintaining of Stupidity bukan sindiran ringan untuk menyerang identitas seseorang atau penguasa, tapi upaya menterjemahkan makna jabatan publik sesungguhnya sebagai instrumen pelayanan yang hanya pantas pada sosok yang kompeten, peka dan berani membela hak-hak rakyatnya. Kenapa sebahagian besar pemimpin sepertinya sangat sulit untuk objektif dalam mengatasi kemiskinan dan korupsi? apakah faktor budaya, psikologis atau karena tekanan sistemik. Saya akan membahasnya di poin 2.
Kedunguan bukan kebodohan, tapi kegagalan menggunakan akal sehat sehingga harus "bertahan" pada pilihan yang salah, seperti; Memilih memperluas penjara ketimbang menciptakan lapangan pekerjaan adalah upaya membiarkan kemiskinan tetap tumbuh, sumber daya manusia handal keluar mencari pekerjaan di negara lain untuk memdapatkan upah yang layak.
Penyesaian masalah;
Pertama: Menghadapi The Era of Ruler Stupidity bukan dengan kesabaran tapi melawannya dengan pengetahuan. Kita meyakini orang-orang miskin akan menjadi kaya jika terus berupaya dan bekerja keras, demikian juga kedunguan akan hidup selamanya menghuni bagian-bagian otak yang kosong jika tidak digunakan untuk mengisi pengetahuan dan informasi.
...Kita tidak perlu mengumpulkan gelas-gelas kosong, cukup satu saja yang terisi!
Kedua: Sebahagian besar para elit struktural rentan terjebak dalam politik pura-pura pintar!. Pilihan saya tentang Maintaining of Stupidity bukan hanya sebatas coretan kreativitas, tapi tantangan global di era modern menuntut pembaharuan pola pikir dan kemampuan memaksimalkan akal sehat manusia yang sejalan dengan kemanusiaan untuk memberi pengaruh positif dalam mengatasi berbagai persoalan internal bangsa dan menentang keputusan berbasis birokrasi yang kental dengan skema korupsi.
Ketiga: Ekonomi (kemakmuran) dan korupsi tidak dapat dijalankan secara bersamaan untuk menciptakan kemajuan sebuah negara, ini sebabnya dibutuhkan sosok pemimpin kompeten, yakni kemampuan telah "lulus sensor" intelektualitas dan akal sehat sebagai modal dasar pemimpin kritis dan logis. Korupsi bukan hanya pencurian hak tapi "kecanduan" atas kegagalan etika dan kedunguan yang disepakati kemudian dijalankan secara berantai oleh sekelompok elit politik.

Kenapa Masih ada meskipun mereka Menyadarinya; Seperti penjelasan saya di atas, mereka menyadari kegagalan dan keterbatasan intelektualitas yang dipaksakan sehingga terus menerus dalam skema Maintaining of Stupidity. Mereka bukan mengoreksi dirinya, tapi mempertahankan kebodohan dan kemiskinan masyarakat untuk instrumen kontrol penguasa atau kelompok tertentu sebagai alat yang patuh terhadap berbagai bentuk kebijakan dan keputusan yang salah dari penguasa. Praktik korupsi bukan hanya dipengaruhi oleh faktor budaya dan psikologis, tapi tekanan sistemik dianggap lebih berbahaya, karena bukan dilakukan oleh perorangan tapi prilaku terstruktur dalam sebuah birokrasi organisasi.
Mereka sangat menyadari istilah tersebut! Tapi kemiskinan dan kebodohan akan terus dipelihara dan dipaksa hidup sebagai komunitas "penerima bantuan pemerintah dan ketergantungan" untuk modal atau kebutuhan angka-angka statistik saat pemilu?. Bukan tuduhan! tapi realita dimana produk yang dihasilkan melalui pemilu tidak dapat menjamin kualitas dan mutu seorang pemimpin. Masyarakat dijebak untuk melakukan sesuatu yang mendesak tapi tidak penting, dan mengabaikan yang penting tapi tidak mendesak.
Dari masalah ini ada beberapa hal yang disalahpahami, yaitu ;
- Merasa kompeten dengan kemampuan rendah
- Terkurung dalam doktrin Impunitas
- Strategi Pura-pura pintar
Merasa Kompeten adalah Kemampuan Manajerial hanya dimaknai pada sebatas memberi kepuasan terhadap orang-orang terdekat dan kelompok tertentu, tapi gagal menjalankan prioritas utama. Konsekwensinya adalah mengabaikan kritik publik dan tidak memilih mangkir dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang seharusnya dijawab.
Doktrin Impunitas; bukan bermaknai pada sebatas "bebas atau kebal" dari akibat hukum" tapi kegagalan penguasa untuk jujur yang berimbas pada kerusakan konstitusi oleh keinginan dan ambisi yang kuat untuk sebuah jabatan. Penciptaan produk hukum sesuai tujuan kelompok tertentu dan akibat hukum hanya berlaku bagi orang-orang diluar kelompok "Yes Boss!" Independensi hakim hanya sebatas simbol belaka, sehingga posisi hukum hanya bertujuan untuk melayani keinginan penguasa, bukan sebagai pengendali keputusan.
Strategi Pura-pura Pintar: adalah upaya-upaya promosi untuk menutupi kedunguan dengan atribut kekuasaan seperti gimmick atau atensi, ini hanya politik pemasaran seperti menjual produk dengan memberi bonus kepada pembeli. Strategi ini dilakukan dengan terpaksa oleh sosok pemimpin yang kosong pengetahuan dan intelektualitas demi mempengaruhi publik.
Jika bisa, Apa yang ingin saya ubah?
Pertama; Melawan kedunguan! Ini hal spesifik karena setiap pemangku jabatan penting harus menghadapi tantangan internal dan global yang kian meningkat dalam berbagai sektor. Kedua; Mengubah pola pikir! yakni membebaskan diri dari ancaman "kedunguan" untuk memberi ruang berkembangnya akal sehat, meskipun kedua hal ini sulit diwujudkan, namun harus dilakukan untuk menyelamatkan kerugian bagi banyak orang bahkan negara.
Alasan; Kedunguan tidak dapat memisahkan antara terang dengan buram karena dilemahkan oleh intervensi kepentingan dan ketakutan terhadap hilangnya jabatan atau kekuasaan. Menurutku, Tidak ada konsep dan upaya efektif untuk memerangi kemiskinan, pemberantasan korupsi dan kemajuan pendidikan kecuali dengan kembali pada etika berpikir.
Bukan kritik tapi saran, karena tulisan ini tidak berpedoman pada data melainkan realita dan akal sehat.
Jangan memposisikan rakyat untuk tetap hidup dengan pengetahuan terbatas atau memanfaatkan konsekwensi atas ketidakpahaman publik untuk memilih sosok pemimpin, ini adalah bentuk pemaksaan untuk menyepakati mendukung Feodal masa lalu.
Keberhasilan tidak dinilai dari seberapa indahnya narasi dan argumentasi namun hasil eksekusi nyata yang dapat mengubah kesejahteraan banyak orang, Masyarakat tidak akan menuntut lebih selain hak-hak mereka yang telah diekplotasi dan dimanfaatkan dengan cara santun tapi tanpa kejelasan. Terakhir.. Jangan terus menerus memelihara kedunguan dalam keadaan sadar karena itu tidak akan membantu anda untuk dikenang sebagai pemimpin melainkan sebagai perusak bangsa.
Terima kasih kami kepada ibu @ninapenda atas ide menariknya melalui SLC-S29/W3-“Thinking and Ideas!| Seeing Problems Differently!” untuk membuka wawasan dan kreatifitas menulis bagi semua pengguna platform.
Dengan hormat mengundang; @sduttaskitchen @mahadisalim and @zulay7059 🙏
Sekian partisipasi saya, Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya.. 🙏
salam,
@ridwant
Our society is structured in exactly the same way globally. We are not at the beginning of the journey, so we cannot easily change course. No, we are already on the home stretch. I am actually pessimistic about future developments (and I am glad that I will not have to witness so much of it myself...).
0.00 SBD,
0.09 STEEM,
0.09 SP
That's right. I also realize how difficult it is to change and eliminate someone's perspective, whether it's intentionally maintained and then tried to protect it even though the public doesn't need it.
Thank you, @weisser-rabe 🙏
0.00 SBD,
0.24 STEEM,
0.24 SP
Hi @ridwant, welcome to thinking and ideas week 3
This has become the order of the day everywhere and I still doubt the possibility of changes. Everyone tries to play this stupid which is not knowing what to do.
Your points are valid, but the implementation would be the challenge. Everyone believes that it has been so, in that case we should all keep it going.
0.00 SBD,
0.09 STEEM,
0.09 SP
Yes, that's true! I also think implementing it isn't easy, as something once maintained is difficult to let go of.
Thank you very much for your response and verification, Ms. @ninapenda 🙏
https://x.com/i/status/2016516496294617186
We support quality posts, good comments anywhere and any tags.
Thank you sir @damithudaya 🙏